AGAM — Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan makanan yang terjadi di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Hingga saat ini, sekitar 280 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.
Kapolsek Palupuh Iptu M. Raufuddin Silitonga mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan sekaligus memastikan kondisi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan.
“Dugaan keracunan makanan di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, terus mendapat penanganan,” ujar Iptu M. Raufuddin.
Berdasarkan data sementara, korban yang mengalami keluhan kesehatan berasal dari sejumlah unsur lingkungan sekolah, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, guru hingga wali murid.
Keluhan yang dirasakan para korban cukup beragam. Di antaranya sakit kepala, sakit perut, mual dan demam. Dari ratusan orang yang mengalami keluhan tersebut, dua orang telah dirujuk ke RSUD Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Yang jelas, jumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan cukup besar dan kasus tersebut melibatkan warga sekolah dari sejumlah jenjang pendidikan di Kecamatan Palupuh,” kata Kapolsek.
Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah turun ke wilayah Kecamatan Palupuh. Petugas melakukan investigasi sekaligus mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
Penyelidikan dilakukan guna mengetahui apakah keluhan kesehatan yang dialami ratusan orang tersebut benar disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi atau terdapat faktor lain.
Selain itu, kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, wali murid, perangkat nagari serta pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan kondisi para korban.
“Seluruh korban masih dalam tahap pemantauan dan perawatan. Belum ada laporan korban jiwa. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM untuk memastikan penyebab pastinya,” pungkas Iptu M. Raufuddin.
Hingga kini, penanganan dan pemantauan terhadap warga yang mengalami keluhan kesehatan masih dilakukan. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat menjadi dasar untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar