PADANG PANJANG — Masa pidana tak hanya soal menjalani hukuman. Di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang, warga binaan juga disiapkan agar memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Upaya itu dilakukan melalui program pembinaan kemandirian dengan menggandeng Canting Buana Kreatif. Sejumlah warga binaan mendapat kesempatan belajar membatik menggunakan teknik cap di tempat produksi batik tersebut, Selasa (1/9/2026).
Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang Novri Abbas, S.H., M.H., turut mendampingi langsung kegiatan tersebut.
Di bawah bimbingan Owner Canting Buana Kreatif, Widdiyanti, M.Sn., warga binaan diperkenalkan pada dasar-dasar membatik cap. Mereka tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses produksi.
Mulai dari menyiapkan kain, menggunakan canting cap, hingga proses pewarnaan dilakukan secara langsung di lokasi.
Bukan Sekadar Pelatihan
Bagi Rutan Padang Panjang, pelatihan tersebut bukan sekadar mengisi waktu warga binaan. Ada target yang lebih jauh: menjadikan keterampilan sebagai modal untuk membangun kemandirian ekonomi setelah mereka bebas.
Karena itu, program tersebut dirancang tidak berhenti pada tahap belajar.
Rutan Padang Panjang bersama Canting Buana Kreatif telah menyiapkan rencana agar warga binaan nantinya dapat ikut terlibat dalam proses produksi, termasuk membantu menyelesaikan pesanan batik yang diterima Canting Buana Kreatif.
"Rencana ke depan ikut bantu produksi pesanan yang di Canting," ujar Novri Abbas.
Rencana tersebut membuka ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata. Mereka tidak hanya belajar bagaimana membuat batik, tetapi juga berhadapan langsung dengan proses produksi yang memiliki nilai ekonomi.
Keterampilan yang Bisa Dibawa Pulang
Pembinaan kemandirian menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
Keterampilan membatik dipilih karena tidak hanya memiliki potensi ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan pelestarian budaya.
Dengan menguasai teknik membatik, warga binaan diharapkan memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi pekerjaan maupun usaha mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
Kolaborasi dengan Canting Buana Kreatif juga diharapkan menjadi model pembinaan yang berkelanjutan.
Semakin sering warga binaan terlibat dalam proses produksi, semakin banyak pula pengalaman yang dapat mereka peroleh.
Pada akhirnya, tujuan pembinaan bukan sekadar membuat warga binaan terampil selama berada di Rutan.
Lebih dari itu, keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk membuka kembali pintu kehidupan mereka setelah bebas.
Sebab, ketika pintu Rutan akhirnya terbuka, yang dibutuhkan bukan hanya kebebasan—tetapi juga kemampuan untuk memulai kembali kehidupan secara mandiri. (Qn)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar