Notification

×

INDEKS BERITA

Solar Subsidi Sumbar Bocor hingga 150 KL per Hari, Tambang Ilegal Disebut Jadi Penikmat

22/08/2026 | 19:42 WIB Last Updated 2026-08-22T12:42:25Z

 


PADANG — Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar masih terjadi di sejumlah SPBU di Sumatera Barat. Kondisi tersebut tetap terlihat meski pasokan BBM bersubsidi di Sumbar telah ditambah sebesar 20 persen.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, menyebut persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh kurangnya pasokan. Menurutnya, terdapat kebocoran konsumsi BBM subsidi yang cukup besar ke sektor ilegal.

Helmi mengatakan, aktivitas tambang ilegal menjadi salah satu sektor yang disebut paling banyak menyerap BBM subsidi secara tidak semestinya. Namun, ia tidak merinci jenis tambang ilegal yang dimaksud.

“Dari rata-rata konsumsi normal harian Sumbar sebesar 1.600 sampai 1.800 kiloliter, terjadi kebocoran sekitar 5 hingga 10 persen atau setara 150 kiloliter per hari yang diserap sektor ilegal,” ujar Helmi kepada Sumbarkita, Sabtu (22/8/2026).

Jika angka tersebut benar, kebocoran hingga sekitar 150 kiloliter per hari menjadi persoalan serius karena BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak justru diduga mengalir ke aktivitas ilegal.

Penambahan pasokan sebesar 20 persen pun dinilai belum otomatis menyelesaikan persoalan di lapangan apabila kebocoran distribusi dan konsumsi tidak ditangani secara menyeluruh.

Kondisi ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan distribusi solar subsidi, mulai dari SPBU hingga pengguna akhir. Antrean panjang yang masih terjadi menjadi indikasi bahwa persoalan distribusi dan penyalahgunaan BBM subsidi perlu ditelusuri lebih dalam.

Pemerintah dan aparat penegak hukum dinilai perlu memperketat pengawasan terhadap pola pembelian solar subsidi, termasuk menelusuri kemungkinan aliran BBM bersubsidi ke aktivitas pertambangan ilegal.

Sebab, penambahan kuota tanpa diiringi pengawasan ketat berpotensi tidak menyentuh akar persoalan. Jika kebocoran terus terjadi, masyarakat yang berhak menikmati BBM subsidi tetap berpotensi menghadapi antrean panjang di SPBU.

(Tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update